SUMEDANG —JSR//-Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Melawan” di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang pada Kamis (3/9/2026)
Aksi yang awalnya berlangsung aman dan tertib tersebut akhirnya berubah memanas dan berujung pada kerusakan hingga robohnya gerbang gedung DPRD setempat.
Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan mahasiswa untuk meminta pertanggungjawaban serta kejelasan terkait isu dugaan pelecehan yang dikaitkan dengan Wakil Bupati Sumedang. Isu tersebut belakangan ini menjadi perhatian luas dan perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Sumedang.
Rencana aksi sebenarnya dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, namun pelaksanaannya baru dapat dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Pada awalnya, massa menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai, dan sesuai dengan prosedur penyampaian pendapat di muka umum.
Seiring berjalannya waktu, suasana mulai memanas.
Massa kemudian melakukan pembakaran spanduk dan ban bekas di sekitar lokasi aksi sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap belum adanya kejelasan terkait persoalan yang menjadi sorotan publik tersebut.
Situasi semakin tegang ketika terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dengan aparat keamanan di sekitar pintu gerbang Gedung DPRD. Tekanan yang terjadi dalam insiden tersebut akhirnya menyebabkan gerbang DPRD mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Pihak kepolisian dari Polres Sumedang segera melakukan langkah antisipasi untuk menjaga situasi tetap terkendali. Petugas menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api dari ban bekas yang dibakar massa agar tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar.
Hingga aksi berlangsung, pengamanan terus diperketat guna mencegah situasi berkembang lebih jauh.
Massa juga diminta tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi sesuai koridor yang berlaku, agar tuntutan yang disampaikan dapat dipahami dan ditindaklanjuti dengan baik.
(redaksi)

