Ulasan Pilkades 2018

Sumedang – Masa politik di Kabupaten Sumedang menghangat setelah Pemerintah Desa di Kabupaten Sumedang melaksanakan agenda pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di beberapa Desa yang diagendakan pada tanggal 17 Oktober 2018 Lalu,
Menjelang pemilihan presiden 2019 yang akan datang, adapun beberapa Desa yang melaksanakan pemilihan kepala Desa serentak, ada sembilan puluh tiga Desa di Sumedang termasuk di wilayah kecamatan Pamulihan ada empat Desa diantaranya Desa Cigendel yang di jabat oleh PJS Pejabat Sementara yang di tugaskan oleh pemerintahan kecamatan pamulihan, setelah berlangsungnya pemilihan kepala Desa Serentak.
Menurut pendapat PJS Pejabat Sementara Desa Cigendel, memang dari segi keamanan sangat rawan seperti yang di paparkan oleh PJS Pejabat Sementara Desa Cigendel ADANG.S.iP pada saat di wawancarai oleh tim liputan media Jerat di kantor Desa Cigendel, Kamis, (25/10/2018) tentang pilkades serentak dalam pemaparanya beliau mengatakan “ Tujuan pokok pejabat kepala Desa di samping mem-back,up tugas-tugas kepala Desa melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan nah itu tugas pokok PJS pejabat sementara kepala desa, ditambah mensukseskan pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak, ada sembilan puluh tiga desa di sumedang termasuk pamulihan ada empat desa diantaranya Desa Cigendel adalah salah satunya.
Alhamdulillah pelaksanaan Pilkades di mulai dari tahapan sampai akhir pemungutan dan perhitungan suara berjalan lancar, aman dan sejuk semua calon menerima dengan lapang dada, dan itu sebagai bentuk rasa mencintai Cigendel dan pelaksanaan Demokrasi di Desa betul-betul terasa dan mereka menyadari atas kekalahan dan mendorong kepada pemenang untuk melanjutkan tugas-tugas kedepan dan mudah-mudahan pada kempemimpinan baru akan membawa Cigendel lebih baik, sejahtera ekonominya meningkat.
Selanjutntya sesuai agenda tanggal 4 Desember 2018 semua kepala desa terpilih akan serempak di lantik, sambil menunggu itu panitia tetap melaksanakan tugas-tugas sampai dengan tahapan terakhir pelantikan, dan saya tentunya sebagai PJS tetap berkoordinasi dengan Kepala Desa terpilih karena untuk mensingkronkan program-program yang di tungkan dalam visi-misi, dan dalam pelaksanaan pemilihan.
Kepala Desa Cigendel yang mungkin dugaan-dugaan kecurangan tersebut tidak ada dan sampai saat ini Alhamdulillah tidak ada pengaduan-pengaduan tentang kecurangan dalam kompetisi pemilihan kepala Desa Cigendel, dan mereka para kontestan saling mengungkapkan rasa bahagia, dan dari para pendukung yang kalah sudah pada menerima langsung mengucapkan selamat, dari para calon yang kalah sudah bisa menerima kekalahan, dan mereka dari ke empat calon adalah para tokoh masyarakat Cigendel.
Mereka mempunyai potensi untuk memajukan Cigendel dan dari kompetisi ada yang menang ada yang kalah itu hal biasa mudah-mudahan enam tahun kedepan mereka dapat berkompetisi lagi, kerjasama daripada calon, panitia, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda mereka bisa mengikuti dan menunaikan haknya, tidak ada intimidasi, tidak ada keterpaksaan, mereka itu betul betul menyalurkan haknya, mereka merasa cinta dan ingin ingin mendukung calonya yang dianggap lebih baik, tentunya disamping itu langkah-langkah panitia dari awal disamping ada pembagian tugas, di sekretariatan panitia dari senin sampai jum’at, dan kami panitia termasuk saya PJS selalu satu minggu satu hari setiap hari sabtu itu sebelum pelaksanaan pemungutan suara beberapa bulan selalu melakukan rapat koordinasi atau evaluasi untuk langkah-langkah kedepan termasuk yang penting lagi tidak terpisahkan dalam kegitan pilkades ini peran dari petugas-petugas keamanan, Babinsa, Babinmas, kemudian dukungan dari Polsek, dukungan dari pemerintah Kecamatan, secara keseluruhan tidak ada keluhan yang berarti dan kami merespon keinginan dari pada masyarakat kalau dulu-dulu mungkin pelaksanaan pilkades itu satu titik artinya di Desa calon nya juga ada di sana duduk.
Nah sekarang keinginan warga disampaikan kepada para Kadusnya mereka ingin melaksanakan pencoblosan di empat titik sesuai kadusnya masing-masing sehingga mungkin agak malas karena tempatnya jauh sekarang di pasilitasi lebih dekat mungkin dan mendorong mereka lebih antusias, memang dari segi keamanan sangat rawan karena TPS empat titik berbeda dari satu titik” pungkasnya.
JERAT 25 Oktober 2019 DMS
Pilkades Cigendel Tahun Dua Ribu Delapan Belas Berlangsung Damai, Mulyana Terpilih sebagai Kepala Desa
Sumedang – Suasana politik di Kabupaten Sumedang menghangat pada tahun dua ribu delapan belas seiring pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang digelar di berbagai desa. Agenda ini menjadi perhatian masyarakat karena berlangsung menjelang pemilihan presiden tahun dua ribu sembilan belas.
Salah satu desa yang turut melaksanakan pilkades serentak adalah Desa Cigendel di Kecamatan Pamulihan. Pada masa itu, pemerintahan desa dijalankan oleh Penjabat Sementara (PJS) yang ditugaskan oleh Pemerintah Kecamatan Pamulihan guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan proses pilkades berlangsung lancar.
Adang, S.IP selaku PJS Desa Cigendel, dalam wawancara bersama tim Media Jerat pada Kamis, dua puluh lima Oktober dua ribu delapan belas, menyampaikan bahwa seluruh tahapan pilkades berjalan aman dan tertib. Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga suasana demokrasi tetap damai.
Menurutnya, tugas PJS tidak hanya melaksanakan fungsi administratif pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan, tetapi juga mengawal proses pilkades agar berjalan sesuai aturan. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama terciptanya pemilihan yang jujur, adil, dan demokratis.
Adang menyebutkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi. Tidak hanya hadir dalam proses pemungutan suara, tetapi juga menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dengan menerima hasil pilkades secara terbuka. Para calon kepala desa saling menghargai, dan tidak ada konflik yang berarti selama proses berlangsung.
Calon kepala desa yang maju dalam pilkades kali ini terdiri atas lima orang yang merupakan tokoh masyarakat setempat. Mereka adalah Dede Supriatna, Mulyana, Ramli Masdari, SE, Cucu Suhendar, dan H. Endang Saepuloh. Kelimanya dinilai memiliki komitmen kuat untuk memajukan Desa Cigendel.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Mulyana meraih suara terbanyak dengan perolehan dua ribu empat ratus tiga puluh sembilan suara. Disusul oleh Cucu Suhendar dengan seribu tiga ratus empat belas suara, kemudian H. Endang Saepuloh memperoleh lima ratus sembilan puluh lima suara. Sementara itu, Dede Supriatna mendapatkan seratus tujuh puluh suara dan Ramli Masdari, SE meraih sembilan puluh dua suara. Jumlah total suara sah dalam pilkades ini mencapai enam ribu lima suara.
Dengan perolehan suara terbanyak, Mulyana ditetapkan sebagai kepala desa terpilih dan dijadwalkan akan dilantik bersama kepala desa lainnya pada bulan Desember dua ribu delapan belas sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Selama masa transisi hingga pelantikan, panitia pilkades tetap menjalankan tugas-tugas administratif. PJS juga terus melakukan koordinasi dengan kepala desa terpilih untuk menyinkronkan program kerja dan memastikan keberlanjutan visi dan misi pembangunan desa.
Adang menegaskan bahwa tidak ada laporan pelanggaran atau kecurangan selama proses pilkades berlangsung. Partisipasi warga meningkat karena tempat pemungutan suara disebar ke empat titik sesuai wilayah dusun, yang memudahkan masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya.
Kesuksesan pilkades ini tidak terlepas dari peran aktif panitia, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta aparat keamanan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepolisian, dan pemerintah kecamatan. Sinergi semua pihak menciptakan suasana yang kondusif dan damai.
Adang juga mengungkapkan bahwa panitia pilkades rutin menggelar rapat evaluasi setiap pekan untuk mematangkan persiapan dan mengantisipasi potensi masalah teknis. Semua tahapan dilaksanakan dengan keterbukaan dan penuh tanggung jawab.
Menutup pernyataannya, Adang menyampaikan harapan agar kepala desa terpilih mampu membawa Desa Cigendel menjadi lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Ia juga berharap semangat demokrasi dan partisipasi masyarakat akan terus tumbuh dalam setiap proses pembangunan desa ke depan.