Peningkatan Irigasi Pasir Tengah, Mimpi Lama Petani Pasigaran Kini Terwujud

Peningkatan Irigasi Pasir Tengah, Mimpi Lama Petani Pasigaran Kini Terwujud

 

DESA PASIGARAN – SUMEDANG –JSR// Selama bertahun-tahun, lahan subur di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, terasa seperti potensi yang terabaikan. Curah hujan yang tidak menentu dan saluran air yang sudah rusak membuat para petani di sini hanya bisa menanam sekali dalam setahun, bahkan sering gagal panen di musim kemarau. Namun, kini harapan itu mulai berubah menjadi kenyataan.

 

Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dibiayai APBN Tahun 2026 senilai Rp195 juta, Kementerian PUPR melalui BBWS Citarum mulai membangun kembali jaringan irigasi Daerah Irigasi Pasir Tengah. Yang istimewa, pekerjaan ini diserahkan secara langsung kepada kelompok masyarakat setempat, P3A Subur Tani, dengan sistem swakelola selama 45 hari ke depan.

 

Bagi Wahyu, Kepala Dusun 3 Pasigaran, proyek ini bukan sekadar tumpukan batu dan semen. “Kami sudah lama mengusulkan ini. Tiap musim tanam, kami harus rebutan air. Sawah yang jauh dari saluran utama sering kering kerontang. Hasil panen kami hanya cukup untuk makan sendiri, sulit untuk dijual,” kenangnya.

 

Dengan perbaikan ini, aliran air akan menjadi lebih lancar dan merata ke seluruh petak sawah. Ini berarti petani bisa mulai menanam padi dua hingga tiga kali dalam setahun, mengurangi biaya pengairan manual, dan tentunya menambah pundi-pundi penghasilan keluarga.

“Pemerintah sudah percayakan pembangunannya kepada kami. Sekarang tugas kami adalah menjaganya. Jangan sampai fasilitas bagus ini rusak lagi karena kelalaian kami,” pesan Wahyu kepada warga.

Kehadiran irigasi yang andal ini bukan hanya soal air untuk tanaman, melainkan pondasi kemajuan ekonomi desa Pasigaran. Sebagai lumbung pangan di Kecamatan Tanjungsari, perbaikan ini diharapkan mampu mengangkat derajat petani, menjaga kedaulatan pangan lokal, dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Semoga pekerjaan selesai tepat waktu dan manfaatnya benar-benar terasa abadi bagi kami semua,” tutup Wahyu dengan senyum penuh harap.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan