BOGOR — JSR//- Musim kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kampung Sawah, Desa Pamageur Sari, di mana sebagian besar sumur dan sumber mata air warga telah mengering akibat minimnya curah hujan, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan data yang dirilis BPBD Kabupaten Bogor, Desa Pamageur Sari termasuk dari tiga desa di Kecamatan Jasinga yang terdampak krisis air bersih, dengan total 1.470 Kepala Keluarga atau sekitar 4.860 jiwa mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih yang layak. Kondisi ini mendesak adanya langkah cepat untuk mencegah dampak lebih luas bagi warga.
Menurut hasil pantauan awak media di lapangan, Desa Pamageur Sari hampir tiga bulan tidak diguyur hujan. Kekeringan ini membuat sumur-sumur warga yang selama ini menjadi tumpuan kehidupan perlahan mengering, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, dan mencuci.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Desa Pamageur Sari di bawah kepemimpinan Kepala Desa Norohman bersama Yayasan Lazrabani bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. Pada penyaluran kali ini, Pemerintah Desa menyalurkan air bersih dengan kapasitas mencapai 8.000 liter, sementara total air yang telah disalurkan secara keseluruhan mencapai sekitar 20.000 liter.
Warga Kampung Sawah, Desa Pamageur Sari, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemerintah Desa maupun Yayasan Lazrabani. “Kami warga sangat berterima kasih kepada Pemdes dan Yayasan Lazrabani yang telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga RW 01 Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor,” ujar salah satu warga setempat dengan penuh rasa syukur.
Berkat penyaluran bantuan air bersih tersebut, situasi kebutuhan air di wilayah RW 01 saat ini dinyatakan aman dan terkendali. Pasokan air bersih dari Pemerintah Desa telah didistribusikan secara merata kepada warga yang membutuhkan, sehingga sedikit meringankan beban warga di tengah musim kemarau yang berkepanjangan ini.
Pemerintah Desa Pamageur Sari dan Yayasan Lazrabani berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta menyalurkan bantuan air bersih secara berkelanjutan selama musim kemarau belum berakhir. Langkah ini diambil untuk memastikan warga tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar air bersih hingga curah hujan kembali turun dan sumber air warga pulih seperti sedia kala.
(Red/Erwin)

