SUMEDANG–JSR-jeritan suara rakyat -Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang I Tahun 2026 di Kabupaten Sumedang resmi memasuki masa kampanye. Di Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, momentum ini diawali dengan menggelar kegiatan Kampanye Damai sekaligus Sosialisasi dan Simulasi Pilkades Elektronik Digital (Eldigi) pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Forkopimcam Cimalaka, panitia pilkades, pengawas, serta tokoh masyarakat ini bertujuan untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengedukasi warga terkait sistem pemungutan suara berbasis digital yang akan diterapkan. Masa kampanye dialogis ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Oktober 2026.
Ketua Panitia Pilkades Desa Serang, Yayan Widaya, menjelaskan bahwa kegiatan simulasi ini sangat krusial agar warga tidak kebingungan saat hari pencoblosan nanti. “Kami ingin memastikan seluruh warga Desa Serang, khususnya yang masuk dalam daftar pemilih, memahami betul alur dan tata cara memilih menggunakan perangkat digital ini.
Edukasi sejak dini adalah kunci suksesnya Pilkades Eldigi,” ujar Yayan di sela-sela kegiatan.
Pilkades Desa Serang tahun 2026 ini menjadi ajang kontestasi bagi dua calon kepala desa yang akan memperebutkan simpati warga. Berdasarkan penetapan panitia, nomor urut 1 ditempati oleh Jamaludin Nur Rohman, sedangkan nomor urut 2 ditempati oleh Welly Sanjaya. Kedua kandidat berkomitmen untuk menjaga persatuan dan menyukseskan pesta demokrasi tingkat desa yang damai dan bermartabat.
Sebanyak 1.770 pemilih terdaftar di Desa Serang bersiap untuk menyalurkan hak suaranya pada hari pemungutan suara yang akan digelar serentak pada Rabu, 28 Oktober 2026 mendatang.
Berbeda dengan sistem konvensional, Pilkades Serentak Sumedang 2026 memanfaatkan teknologi tablet elektronik (e-voting) secara offline. Penggunaan sistem digital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu, meminimalisir kesalahan humanis, serta menjamin transparansi dan akurasi hasil penghitungan suara secara real-time setelah bilik suara ditutup.
Yayan Widaya menambahkan, pihak panitia akan terus mengawal setiap tahapan dengan netral dan transparan. Melalui simulasi yang digelar hari ini, masyarakat diharapkan tidak canggung lagi saat berhadapan dengan perangkat digital di bilik suara nanti, sehingga target partisipasi pemilih yang tinggi dan suksesnya transisi digitaliasi desa dapat tercapai dengan baik.
(red)

